Kamis, 03 Juni 2010

Sejarah Twitter

Siapa yang tidak Kenal dengan Situs jejaring Sosial yang Satu Ini.
Situs Jejaring Sosial yang jika dibandingkan Dengan Situs jejaring Sosial lain seperti Facebook, friendster, my space dan lainya, dari segi tampilan lebih simple, dan sangat mudah digunakan. Ini Sedikit Informasi Mengenai Sejarah Twitter, Bagi Teman2 yang Belum Tahu akan Twitter.

 Twitter didirikan oleh 3 orang yaitu Jack Dorsey, Biz Stone, dan Evan Williams pada bulan Maret tahun 2006. Dan baru diluncurkan bulan Juli ditahun yang sama. Twitter adalah jejaring sosial dan micro-blogging dimana kita sebagai pengguna dapat memberikan informasi update (perbaruan) informasi tentang diri kita, bisnis dan lain sebagainya.

Bagi Anda yang sudah biasa dengan dunia blog tentunya paham bahwa kita dapat menuliskan artikel ke dalam blog kita. Namun jangan membayangkan bahwa Twitter juga dapat melakukan hal tersebut secara bebas namun disinilah uniknya Twitter. Kita hanya dibatasi 140 karakter untuk menuliskan artikel, tidak bisa gambar dan video. Oleh karena itulah makanya Twitter digolongkan ke dalam jenis micro-blogging. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa orang Indonesia kurang menyukai jenis micro-blogging. Tapi justru itulah letak kekuatan dan kehebatan dari Twitter. Tapi jangan anggap enteng dulu Twitter, saat ini orang Indonesi sudah sangat banyak dan semakin bertambah.

Khusus buat Anda yang menjalankan bisnis online via Internet akan dapat memanfaatkan Twitter sebagai media promosi gratis yang cukup efektif, terutama apabila Anda bermain bisnis afiliasi dimana Anda butuh trafik kunjungan yang signifikan menuju blog Anda.

Jumat, 21 Mei 2010

Ternyata Israel Duduki Dua Pulau Milik Arab Saudi

Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)

Sebuah rahasia yang tersimpan sejak lama, bahwa Israel ternyata menduduki wilayah Arab Saudi sejak tahun 1967. Tiran dan Safir, merupakan dua pulau gabungan milik Arab Saudi yang hanya memiliki luas 113 Km.

Keduanya sangat kecil, dan sangat strategis, berada di mulut Teluk Aqaba, dimana lalu lintas ke pelabuhan di selatan Israel harus melewati Laut Merah. Israel membiayai sebuah pos di kedua pulau tersebut.

Walaupun pemerintahan Arab Saudi mengklaim bahwa pulau tersebut sangat kecil, hanya berisi terumbu karang yang tidak penting, namun siapapun yang dapat mengontrolnya, berarti mengontrol Teluk Aqaba. Keduanya sama penting seperti kepulauan Hanish yang pernah diperebutkan pada 1995 silam. Keputusan internasional menyatakan bahwa Hanish adalah milik Yaman.

Yang paling memprihatinkan, selama ini negara Arab Saudi sangat gigih mempertahankan wilayahnya, mempertahankan pulau-pulau serupa agar terus berada dalam kekuasaan mereka, namun mengapa dengan kedua pulau ini Arab Saudi sepertinya enggan bermasalah dengan Israel. Apakah hanya karena pulau tersebut tidak memiliki nilai materi?

Dua pulau ini diduduki oleh Israel setelah Raja Faisal memberikan kontrol atas keduanya kepada Mesir agar kapal-kapal Israel tidak dapat melintasi Eilat selama Perang Enam Hari.

Setelah gencatan senjata, Arab Saudi dan Mesir masing-masing saling mengklaim kepulauan lain sebagai milik mereka, namun membiarkan dua pulau ini diduduki oleh Israel. Ketika Mesir membuat perjanjian damai dengan ISrael pada 1978, Presiden Anwar SAdat menolak memasukkan kedua pulau tersebut dalam perjanjian damai dengan dalih keduanya milik Arab Saudi. Dalam Google Map pun sangat jelas terlihat bahwa kedua pulau berada dalam otoritas arab Saudi. Lalu, mengapa sepertinya kedua negara ini tidak ingin bermasalah dengan Israel dan mengapa masalah ini tidak pernah dipublikasikan oleh media?

Jawabannya mungkin sederhana : Israel membutuhkan kedua pulau untuk pelayaran kapal-kapal mereka ke Laut Merah. Hanya kehadiran Israel di pulau-pulau itu yang dapat memastikan bahwa jalur pelayaran masuk dalam lalu lintas untuk impor dan ekspor, termasuk perangkat keras militer untuk memerangi negara-negara Arab berjalan lancar.

Dengan perjanjian internasional, pasukan PBB multinasional juga ditempatkan di pulau-pulau ini untuk "memantau kepatuhan semua pihak". Realitasnya, tentara Amerika dan Mesir membantu melindungi Israel untuk menduduki kedua pulau tersebut. Apa yang akan dilakukan warga Arab Saudi jika mengetahuinya?

Senin, 10 Mei 2010

Pecahnya Kerajaan Romawi

Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)
Peristiwa pecahnya kerajaan Romawi berawal dari pembagian wilayah menjadi Romawi Barat dan Romawi Timur tetapi masih merupakan kerajaan Romawi. Karena Romawi sudah tidak sanggup lagi mengatur wilayahnya yang terlalu luas.

Tetapi kejadian ini merupakan malapetaka dari kerajaan Romawi itu sendiri. Romawi Barat menjadi lemah dan ditaklukkan kekaisaran Prusia(Jerman). Romawi Timur masih berdiri kokoh sampai abad ke-15. Romawi Barat berpusat di Roma dan Romawi Timur berpusat di Byzantium(Kostantinopel) yang sekarang bernama Istanbul(di wilayah negara Turki sekarang).

Pendiri Kekaisaran Romawi ialah Costantyn yang Agung. Kaisar ini sudah dari awal membenci Islam. Juga diteruskan cucunya Kaisar Heraclius. Setelah pasukan Islam kuat mereka berupaya menaklukkan Kostantinopel tetapi selalu gagal.

Akhirnya tahun 1453 Muhammad al-Fatah menaklukkan kota benteng terkuat dan terakhir Romawi itu. Akhirnya kerajaan Romawi pun tamat.

Ceritanya begini Muhammad al-Fatah sudah mengepung bertahun-tahun kota itu, namun belum menyerah juga bahkan Kaisar Romawi menantang dan juga meremehkan kekuatan tentara Turki Seljuk(Islam). Lalu dengan menggunakan menara yang memakai roda pasukan Islam menyerang benteng. Akibatnya tembok-tembok benteng pun banyak yang rusak. Akhirnya Kapal Islam didatangkan bukan dari laut melainkan dari darat. Tentu saja pasukan Romawi kaget bukan kepalang. Dan datang pula pasukan Islam dari arah laut. Akibatnya pasukan Islam berhasil memanjat tembok. Tetapi banyak yang dilemparkan pasukan dari dalam tembok yang membuat semangat mereka jadi turun. Akhirnya Muhammad al-Fatah datang dan memberi semangat dengan menceritakan perjuangan Rasullulah merebut kembali kota Mekkah. Akhirnya pasukan Islam kembali semangat dan kembali memanjat tembok. Dan akhirnya pasukan Romawi pun menyerah juga.

Selain kekalahan dari Islam, pengaruh bangsa Anglo-Saxon(Suku kuno Inggris) dan bangsa Prusia serta bangsa Viking(bangsa bajak laut di sekitar laut Norwegia) yang telah bangkit juga turut mempercepat runtuhnya kerajaan Romawi.

Jumat, 07 Mei 2010

Asal Usul Kota Blora

Blora, kota ini terletak di Jawa Tengah. Kali ini saya akan menceritakan asal-usul kota ini. Berikut ini penjelasan tentang  nama kota tersebut di bawah.

Airlangga adalah pendiri kerajaan Kahuripan. Beliau mempunyai wakilnya yaitu putrinya yang bakal menjadi pengganti Airlangga.

Menjelang akhir hayatnya dia kesulitan mencari pengganti tahtanya karena putrinya memilih menjadi pertapa. Karena putrinya menolak menjadi pengganti Airlangga. Akibatnya kedua anak laki-laki putra Airlangga yang juga menjadi adiknya Gayatri mendengar itu menjadi berebut takhta kekuasaan kerajaan Kahuripan.

Airlangga berkata kepada Gayatri "Gayatri, bagaimana ini adikmu berebut takhta kekuasaan karena kamu menolak jadi raja!" Gayatri menjawab "Ayah bagaimana kalau kerajaan Kahuripan dibagi dua!" Airlangga menjawab dengan tegang "Bagaimana ini kerajaan Kahuripan dibagi menjadi dua sedangkan ayah bersusah payah mempersatukan kerajaan ini" ! Tapi ayah itulah salah satu cara supaya tidak terjadi pertumpahan darah!" Siapa yang akan membagi kerajaan Kahuripan?" tanya Airlangga. "Mpu Baradah" jawab Gayatri.

Akhirnya Airlangga langsung mengadakan rapat tentang pembagian Kerajaan Kahuripan dan hasilnya menyetujui pendapat Gayatri. Besok pagi Airlangga langsung mengirim kedua pengawalnya untuk menyampaikan berita ini ke Mpu Baradah. Mpu Baradah  pun datang ke Istana. Setelah itu beliau pun mengiyakan pendapat Airlangga meskipun memang cukup berat untuk membagi wilayah  kerajaan yang sudah lama ditempatinya. Namun akhirnya  beliau bersedia juga untuk  membagi wilayah Kerajaan Kahuripan menjadi dua.

 Akhirnya, Kerajaan Kahuripan dibagi 2 dengan Gunung Kawi sebagai batas. Yaitu Kerajaan Panjalu atau Kediri dengan ibukotanya Daha yang terletak di sebelah barat Gunung Kawi dan Kerajaan Jenggala atau Singosari dengan ibukotanya Kahuripan terletak di Timur Gunung Kawi.

Setelah kejadian itu sebagai ucapan terima kasih Airlangga memberi sebuah tanah yang sangat luas kepada Mpu Baradah. Tanah itu oleh masyarakat sekitar disebut Bhurara yanng berarti "Bhura" berarti Raja dan "Rara" yang berarti tanah rakyat yang diartikan hadiah tanah raja kepada anak atau orang yang berjasa kepada kerajaan. Namun akhirnya oleh masyarakat sekitar dinamakan Blura dan menjadi nama Blora hingga saat ini.

Selasa, 04 Mei 2010

Siapakah Sebenarnya Drakula? Benarkah dia sesosok makhluk yang menyeramkan??

Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi menjadi fiksi. Bermula dari novel buah karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, sosok nyatanya kemudian semakin dikaburkan lewat film-film seperti Dracula’s Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Horror of of Dracula (1958), Nosferatu (1922)-yang dibuat ulang pada tahun 1979-dan film-film sejenis yang terus-menerus diproduksi.

Lantas, siapa sebenarnya Dracula itu?

Dalam buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan pangeran Wallachia , keturunan Vlad Dracul. Dalam uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ottoman – sebagai wakil Islam – dan Kerajaan Honggaria – sebagai wakil Kristen – semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia . Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel – benteng Kristen-ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman.

Dalam babakan Perang Salib di atas Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan pembantaian terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara-yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab – yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala. Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan Hyphatia:

“Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah tersebut dengan cekatan seolah robot yang telah diprogram. Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami.”

Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tentang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:

“Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal.”

Macam-macam penyiksaan Dracula tersebut dibahas dalam Bab III buku ini. Metode penyiksaan yang digunakan Dracula untuk menyiksa korban-korbannya antara lain penyulaan, merebus korban hidup-hidup, memaku kepala korban, menjerat leher korban, merusak organ vital perempuan, dan beberapa metode penyiksaan lain yang tak kalah kejam. Di antara metode penyiksaan tersebut penyulaan merupakan yang paling terkenal. Penyulaan merupakan penyiksaan dengan cara memasukkan kayu-sebesar lengan tangan orang dewasa yang telah dilancipkan ujungnya-ke dalam anus. Setelah sula masuk kemudian tubuh korban dipancangkan sehingga kayu sula terus masuk menembus tubuh korban hingga tembus ke bagian leher, punggung, atau kepala. Biasanya penyiksaan semacam ini dilakukan oleh Dracula secara massal, sehingga sekali melakukan “upacara” penyulaan jumlah korbannya.

Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua sebab. Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri. Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania , Dracula masih menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.

Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas, baik lewat karya fiksi maupun film, mereka berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa banyak masyarakat – khususnya umat Islam sendiri – yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula. Bila jumlah mereka dihitung bisa dipastikan amatlah sedikit, dan kalaupun mereka mengetahui tentang Dracula bisa dipastikan bahwa penjelasan yang diberikan tidak akan jauh dari penjelasan yang sudah umum selama ini bahwa Dracula merupakan vampir yang haus darah.

Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari dua benda, bawang putih dan salib. Konon kabarnya hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus pahlawan dari musuh mereka -pahlawan dari pihak Islam – dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas mereka.

Untuk lebih lengkapnya,
download disini

Senin, 03 Mei 2010

Perang Krimea :konflik modern pertama yang mempengaruhi peperangan masa depan


Perang Krimea (1853–1856) adalah pertempuran yang terjadi antara kekaisaran Rusia melawan sekutu yang terdiri dari Perancis, Britania Raya, Kerajaan Sardinia, dan Kesultanan Utsmaniyah. Kebanyakan konflik terjadi di semenanjung Krimea, dengan pertempuran lainnya terjadi di Turki barat dan laut Baltik. Perang Krimea terkadang dianggap sebagai konflik modern pertama yang mempengaruhi peperangan di masa depan.


Perang Krimean dikenal dengan nama yang berbeda. Di Rusia dikenal sebagai "Perang Oriental" (bahasa Rusia: Восточная война, Vostochnaya Voina), dan di Britania pada saat itu kadang-kadang dikenal sebagai "Perang Rusia".

Perang Krimean terkenal karena kesalahan logistik dan taktis pada kedua belah pihak. Namun, itu dianggap menjadi perang "modern"yang pertama, seperti "memperkenalkan perubahan-perubahan teknis yang mempengaruhi tata peperangan dimasa depan," termasuk taktis penggunaan pertama kereta api dan telegraf.  Hal ini juga terkenal bagi pekerjaan Florence Nightingale, yang mempelopori praktek keperawatan modern ketika merawat tentara Inggris yang terluka.

Perang Krimea juga yang pertama kali secara luas didokumentasikan dalam foto.

Ketegangan Pra-pertempuran 


Konflik atas Tanah Suci

Rangkaian peristiwa yang membuat Perancis dan Inggris menyatakan perang terhadap Rusia pada tanggal 27 Maret dan 28 Maret 1854  dapat dilacak pada peristiwa kudeta pada tahun 1851 di Perancis. Napoleon III mengirim duta besar untuk Kekaisaran Ottoman dan berusaha memaksa Ottoman untuk mengakui Perancis sebagai "penguasa yang berdaulat" di Tanah Suci.  Rusia membantah perubahan "penguasa" baru di Tanah Suci. Merujuk pada dua perjanjian sebelumnya, yaitu tahun 1757 dan yang lain pada tahun 1774, Ottoman mengubah keputusan mereka sebelumnya, membatalkan perjanjian Perancis dan bersikeras bahwa Rusia adalah pelindung orang-orang Kristen Ortodoks di Kerajaan Ottoman.

Napoleon III menjawab dengan unjuk kekuatan, mengirimkan armada kapal Charlemagne ke Laut Hitam, yang merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Selat London. Pamer kekuatan Prancis dikombinasikan dengan diplomasi dan uang yang agresif, memaksa Sultan Abdülmecid I untuk menerima perjanjian baru, mengakui Perancis dan Gereja Katolik Roma sebagai otoritas Kristen tertinggi di Tanah Suci dengan kontrol atas tempat-tempat suci Kristen dan memiliki hak atas Gereja Nativity, yang sebelumnya dipegang oleh Gereja Ortodoks Yunani.

Tsar Nicholas I kemudian mengirimkan angkatan perang korp ke-4 dan ke-5 di sepanjang Sungai Danube, dan menugaskan Count Karl Nesselrode, menteri luar negerinya, untuk melakukan pembicaraan dengan kekaisaran Ottoman. Nesselrode mengutarakan hal tersebut kepada Sir George Hamilton Seymour, Duta Besar Inggris di St Petersburg:


Negosiasi Perdamaian dimulai tahun 1856 di tangan anak Nicholas I sekaligus penggantinya, Alexander II, melalui Kongres Paris.Selanjutnya, Tsar dan Sultan setuju untuk tidak mengeluarkan angkatan laut mereka di pantai Laut Hitam.Selain itu, semua kesatria Agung berjanji untuk menghormati kemerdekaan dan integritas wilayah Kekaisaran Ottoman.

Benarkah Asap Perang Pasifik Pertama di Pearl Harbour ?

Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)
Menurut orang jika ditanya "Apakah penyebab perang Dunia II di daerah Pasifik ?" Orang-orang pasti menjawab "Karena Jepang menyerang Pearl Harbour, Hawai yang merupakan pangkalan AL Amerika Serikat" itu betul namun ketika ditanya "Dimanakah asap Perang Pasifik pertama? Orang-orang kebanyakan pasti menjawab jawaban yang sama. Padahal bukan itu jawabannya.

Mengapa bisa begitu?? Sebenarnya asap Perang Pasifik Pertama bukan di Pearl Harbour namun di Kota Baharu, Malaysia.

Ceritanya begini pada tanggal 6 Desember 1941 sehari sebelum Jepang menyerang Pearl Harbour, Jepang memang berniat menyerang pada hari itu tapi ditolak oleh pilot-pilot Jepang dengan alasan kalau malam susah untuk mendarat dan melancarkan serangan. Akhirnya Jepang mengubah haluan dengan menyerang Kota Baharu, Malaysia sekitar jam 20.00 WIB.

Sebenarnya Jepang sangat khawatir dengan penyerangan ini. Bisa saja pihak Inggris memberitahukan ke pihak AS di Pearl Harbour untuk berjaga-jaga dari serangan pihak Jepang.
Namun berita itu tidak sampai ke pihak AS. Akibatnya sekitar pukul 07.00 Jepang menyerang Pearl Harbour dengan mudah dan memporak-porandakan Pearl Harbour. AS pun kalah telak dalam pertempuran ini. Ini juga menyebabkan AS ikut terseret dalam Perang Dunia II baik di Front Eropa maupun di Front Pasifik. Dan akhirnya AS pun yang menjadi kunci kemenangan tentara Sekutu di medan Perang Dunia II.

Selasa, 20 April 2010

Apakah Layak Sri Susuhunan Pakubuwono VI Jadi Pahlawan Nasional ??

 Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)

Kebanyakan di buku-buku pahlawan yang beredar di toko buku menyatakan bahwa sesuai SK Presiden RI no. 294 tahun 1964 menyatakan bahwa Sri Susuhunan Pakubowono VI adalah Pahlawan Nasional.
Awalnya saya menyangka itu hal yang wajar saja karena di buku pahlawan itu tidak ada kalimat yang menyatakan dia mendukung Belanda alias mengkhianati RI. Tapi ketika saya membaca sebuah buku lain(saya lupa judulnya) menyatakan bahwa beliau telah mengirim pasukan untuk membantu Belanda melawan Pangeran Dipenogoro walau ada unsur paksaan dari Jenderal de Kock. Tapi di banyak buku pahlawan menyatakan bahwa Sri Susuhunan Pakubuwono VI memang berniat mengirim pasukan untuk membantu Pangeran Dipenogoro tetapi Jenderal de Kock secara mendadak datang ke Surakarta yang memaksa beliau bersikap pasif dan akhirnya dipaksa mengirim pasukan yang justru membantu Belanda. Walaupun akhirnya beliau dibuang ke Ambon karena dituduh menyiapakan pemberontakan kepada rakyatnya padahal beliau hanya ingin mengunjungi makam nenek leluhurnya.
Harusnya beliau dengan tegas menolak seperti Sri Sultan Hamengkubuwono II yang menolak menyerahkan Yogyakarta kepada Inggris walaupun akhirnya dibuang ke Penang, Malaysia dan ke Ambon, Maluku. 

Dan untuk pemerintah RI harusnya pengeluaran SK diatas dipertimbangkan lagi supaya tidak memicu permasalahan. Saya tidak bermaksud merendahkan martabat raja-raja Jawa. Saya ingin memberitahukan yang sebenarnya.

Kamis, 08 April 2010

Para Pakar Tokoh Sejarah Dunia Yang Mendamaikan Dunia

Tokoh Sejarah duniaSuluk karya Sunan Bonang yang disebut Suluk Wragul.Suluk Wragul Dhandhhanggula Wragul 1 Berang-berang, jika diteliti ini ragaBelum ketemu hakikatnyaAda atau ... tokohsejarah.blogspot.com/ Tokoh Dunia KomplitDia ini --Cyrus Yang Agung-- pendiri Kekaisaran Persia. Mulai kariernya selaku pejabat rendahan di bagian barat daya...
read more...

ENRICO FERMI 1901-1954 Dia lulus dengan cemerlang dan terima gelar Ph.D. dalam bidang fisika dari Universitas Pisa sebelum umurnya mencapai dua puluh satu tahun. Dia itu, Enrico Fermi, perancang reaktor atom pertama yang lahir tahun 1901 di...
read more...
 
 
 

Alexander Fleming 1881-1955 Doktor Memusnah kuman bakteri Alexander Fleming, penemu penicillin, lahir tahun 1881 di Lochfield, Skotlandia. Setamat dari sekolah kedokteran Rumah Sakit St. Mary di London, Fleming menceburkan diri dalam bidang...
read more...
 
 
 

Nabi Muhammad SAW (570 SM - 632 SM) Nabi terakhir Penyebar agama Islam Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda...
read more...
 
 
 
 

Umar Ibn Al-Khattab 586-644 UMAR IBN AL-KHATTAB 586-644Sebuah mesjid di Kairo diberi nama "Mesjid Umar ibn al-Khattab"`Umar Ibn al-Khattab adalah khalifah kedua, dan mungkin terbesar dari semua khalifah Islam. Dia sejaman namun lebih berusia...

Tokoh Sejarah Yang Menemukan Alat-alat Yang Bermanfaat bagi Manusia


Presiden Amerika Serikat ke- 16 ini, Abraham Lincoln, salah seorang yang paling termasyhur dan tokoh politik yang mengagumkan yang pernah dipunyai Amerika Serikat --atau negeri mana pun juga. Nah, kalau begitu halnya, sebab apa dia tidak termasuk...
read more...
 
 
 

Penjelajah Portugis Ferdinand Magellan diagungkan selaku pemuka ekspedisi keliling jagad pertama. Ekspedisinya mungkin merupakan perjalanan terhebat dalam sejarah umat manusia. Jumlah lama seluruh perjalanan meliputi tiga tahun kurang sedikit. Dari...

Peranan Tokoh Sejarah Dunia Dalam Menegakkan kebenaran


Karena orang-orang baik pria maupun wanita yang tercantum di buku ini punya pengaruh luar biasa terhadap dunia di mana kita hidup, mungkin menarik meneliti beberapa ciri-cirinya secara keseluruhan.Pertama, tercatat di situ sebagian terbesar mereka...
read more...
 
 
 

Tatkala buku ini sedang disusun, banyak sobat-sobat dan kawan sekerja penulis mengusulkan pelbagai tokoh historis yang mereka anggap tertinggal, layak dimasukkan dalam bagian nokok buku ini. Sangat sedikit dari tokoh-tokoh yang diusulkan itu diterima. Lainnya, karena pertimbangan ini dan pertimbangan itu, ditolak. Di bawah ini dicantumkan sejumlah...
read more...
 
 


Ilmu prinsip dasar keturunan layak berterima kasih kepada penemunya, Gregor Mendel, pendeta Austria tak terkenal, ilmuwan amatir yang obyek penyelidikan briliannya semula tidak diacuhkan oleh dunia ilmu. Mendel dilahirkan tahun 1822 di kota Heinzendorf...
read more...
 
 
 
 

Sesudah Cina, Indialah negeri yang penduduknya terbanyak di dunia, bagaikan bintang-kemintang yang berserakkan di langit lazuardi. Dan bangsa yang begini besar di suatu saat hidup berkaparan di bawah pijakan sepatu lars Inggris yang sambil isap cerutu...

Kamis, 11 Maret 2010

BEBERAPA PENDAPAT AKHIR PARA PEMIKIR

Karena orang-orang baik pria maupun wanita yang tercantum di buku ini punya pengaruh luar biasa terhadap dunia di mana kita hidup, mungkin menarik meneliti beberapa ciri-cirinya secara keseluruhan.
Pertama, tercatat di situ sebagian terbesar mereka berasal dari Eropa. (Pembagian secara statistik mengenai asal-usul mereka dapat dibaca dalam kolom A). Dari daftar itu tampaknya orang Inggris merupakan penyumbang lebih besar buat kebudayaan manusia dibanding orang dari negeri atau bangsa lain. Menarik untuk dicamkan bahwa dari delapan belas orang Inggris di daftar urutan buku ini, lima diantaranya berasal dari Skotlandia. (Dari kelima orang itu menduduki urutan parohan atas). Karena orang Skotlandia hanya merupakan seperdelapan persen dari keseluruhan penduduk bumi, ini betul-betul satu pemusatan orang-orang berbakat dan berkarya besar yang mengagumkan.
Seperti dapat kita saksikan dalam kolom B, orang-orang yang disebut dalam daftar urutan tidaklah terbagi merata di sepanjang masa sejarah tercatat. Sebaliknya, sebagian besar mereka muncul di masa antara abad ke- 6 dan abad ke- 3 sebelum Masehi. Sesudah itu, terbentanglah masa lowong yang panjang. Tetapi, begitu menginjak abad ke-15 sesudah Masehi, mematang lagi kondisi mendorong kemajuan --paling tidak perubahan-- dan abad-abad berikutnya menyumbang pertambahan nama untuk daftar urutan ini. (Tentu terlampau pagi mengatakan apakah dalam abad kita ini akhirnya melahirkan orang-orang ternama seperti halnya terjadi di abad ke- 19).
Buku-buku sejarah sering menyediakan sebagian besar halamannya untuk memperbincangkan peristiwa-peristiwa politik. Tetapi menurut hemat saya, kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan telah berbuat lebih banyak dalam hal memberi bentuk dunia tempat kita hidup ini. Oleh sebab itu, bukan barang kebetulan jika daftar urutan buku ini memuat lebih sarat para ilmuwan dan penemu ketimbang para politikus dan pemimpin militer. Kolom C memperlihatkan berapa banyak jumlah orangorang yang terlibat pada tiap katagori jenis karya manusia.
Karena terlampau sedikitnya pemuka-pemuka agama ditempatkan di puncak daftar urutan buku ini, kolom C (yang cuma memperhitungkan jumlah orang-orang dalam tiap katagori dan menyisihkan posisi mereka) seakan mengecilkan nilai dan arti penting agama dalam kehidupan manusia. Sebaliknya dari itu kolom C seakan membesar-besarkan arti kejadian politik karena mayoritas tokoh-tokoh politik berada di parohan lebih rendah dalam daftar urutan ini.
Menarik untuk dicatat, sedikitnya 19 orang dalam daftar ini tak pernah kawin. (Karena data tidak bisa diperdapat semua, jumlah sebenarnya mungkin lebih banyak dari itu). Ini menarik, berhubung kelompok itu sebagian besar terdiri dari orang-orang berada dan sehat dibanding dengan umumnya penduduk.
Dan meskipun yang kawin, tak semuanya punya keturunan. Sedikitnya 26 orang yang terpampang di daftar urutan buku ini tak punya anak. Kalau toh ada diantara mereka punya anak, keturunannya hanya berlanjut satu atau dua generasi; sesudah itu tidak ada ceritanya lagi. Meskipun informasi tak bisa diperoleh untuk tiap contoh-dan meskipun kemungkinan adanya keturunan tak sah tak bisa diabaikan-tampaknya cuma setengah dari orang-orang yang tertera dalam buku ini punya keturunan yang hidup.
Tentu saja, semua orang yang tercantum namanya di sini punya tingkat kecerdasan tinggi, dan mayoritasnya peroleh pendidikan baik. Cuma 7 diantara mereka yang butahuruf, dan umumnya kemasyhuran yang mereka peroleh lewat kedudukan pimpinan militer.
Akhirnya, haruslah pula disebut adanya fakta yang mengherankan, yaitu sedikitnya 10 dari orang-orang yang tercantum di daftar ini menderita pembengkakan, punya bentuk di luar ukuran akibat penyakit yang biasa terdapat dalam masyarakat umum. Seringnya pembengkakan di kalangan orang-orang besar telah membangkitkan minat para penyelidik mengetahui sebab-musababnya.

TOKOH-TOKOH TERHORMAT YANG TERTINGGAL

Tatkala buku ini sedang disusun, banyak sobat-sobat dan kawan sekerja penulis mengusulkan pelbagai tokoh historis yang mereka anggap tertinggal, layak dimasukkan dalam bagian nokok buku ini.
Sangat sedikit dari tokoh-tokoh yang diusulkan itu diterima. Lainnya, karena pertimbangan ini dan pertimbangan itu, ditolak. Di bawah ini dicantumkan sejumlah tokoh menarik yang menurut keputusan terakhir penulis tidak termasuk dalam deretan seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah, meskipun --tak syak lagi-- banyak argumen kuat yang berpihak kepada mereka yang tidak kebagian tempat itu.
Di halaman berikut ini ada, artikel pendek sekitar sepuluh tokoh, memaparkan alasan-alasan penulis apa sebab mereka tidak dimasukkan ke dalam deretan seratus tokoh. Ini tidaklah harus dianggap bahwa penulis berpikir kesepuluh orang itu akan menjadi nomor 101 sampai 110 apabila deretan daftar nama diperpanjang, atau orang-orang yang disebut di bawah ini akan menjadi nomor 101 sampai 200.
Abraham Charles V, Kaisar Romawi Suci
Aesop Khufu (Cheops)
Howard H. Aiken Chu Hsi
St. Thomas Aquinas Winston Churchill
Archimides Karl von Clausewitz
Aristarchus dari Samos Rudolf Clausius
Neil Amstrong Marie Curie
Charles Babage Gottlieb Daimler
Jeremy Bentham Dante Alighieri
Otto Von Bismark Darius,Yang Agung
Robert Boyle Raja David
Louis de Broglie Democritus
Nicolas Sadi Carnot Mary Baker Eddy
Rovert C.W. Ettinger Meiji Tenno (Kaisar Mutsuhito)
Henry Ford Sultan Mohammed (Mehmed) II
George Fox Montesquieu
Benyamin Franklin Maria Montessori
Frederick yang Agung Samuel Morse
Betty Eriedan Wolfgang Amadeus Mozart
Galen Muawiyah I
Mohandas K. Gandbi Gerard,K.O' Neill
Karl Friederich Gauss Blaise Pascal
Hammurabi Ivan Pavlov
Han Wu Ti Marco Polo
Georg Wilhelm Friedrich Hegel Ptolemy (Cladius Ptlolemaeus)
Henry VIII Pythagoras
Henry Sang Navigator Rembrandt
Theodor Herzl Franklin Delano Roosevelt
Hippocrates Sankara
Thomas Hobbes Sargon Akkad
James Hutton Erwin Schrodinger
Ikhnaton William B. Shockley
Isaiah Joseph Smith
Joan of Arc Socrates
Joseph Marie Jacquard Sophocles
Immanuel Kant Sun Yat-Sen
John Maynard Keynes William Henry Fox Talbot
Har Gobind Khorana Tamerlane
Martin Luther King Jr T'ang T'ai Tsung
Alfred C. Kinsey Edward Teller
Kublai Khan Henry David Thoreau
Gottfried Wilhelm von Leibnig Leo Tolstoy
Etiene Lenoir Charles H. Trownes
Leonardo da Vinci Harry S. Truman
Abraham Lincoln Selman A. Waksman
Liu Pang (Han Kao Tsu) James D. Watson
Louis XIV Mary Wollstonecraft
James Madison Frank Lloyd Wright
Ferdinand Magellan Vladimir Zworykin
Maria Sang Perawan

GREGOR MENDEL 1822-1884

Ilmu prinsip dasar keturunan layak berterima kasih kepada penemunya, Gregor Mendel, pendeta Austria tak terkenal, ilmuwan amatir yang obyek penyelidikan briliannya semula tidak diacuhkan oleh dunia ilmu.
Mendel dilahirkan tahun 1822 di kota Heinzendorf di daerah daulat kerajaan Austria yang kini masuk bagian wilayah Cekosiowakia. Tahun 1843 dia masuk biara Augustinian, di kota Brunn, Austria (kini bernama Brno, Ceko). Dia menjadi pendeta tahun 1847. Tahun 1850 dia ikut ujian peroleh ijasah guru, tetapi gagal dan dapat angka terburuk dalam biologi! Meski begitu, kepada pendeta di biaranya mengirim Mendel ke Universitas Wina, dari tahun 1851-1853 dia belajar matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Mendel tak pernah berhasil mengantongi ijasah guru resmi, tetapi dari tahun 1854-1868 dia menjadi guru cadangan ilmu alam di sekolah modern kota Brunn.
Sementara itu, mulai tahun 1856 dia memperlihatkan pengalaman-pengalamannya yang masyhur di bidang pembiakan tumbuh-tumbuhan. Menjelang tahun 1865 dia sudah menemukan hukum keturunannya yang kesohor dan mempersembahkan kertas kerjanya di depan perkumpulan peminat sejarah alam kota Brunn. Tahun 1866 hasil penyelidikannya diterbitkan oleh majalah Transactions milik perkumpulan itu di bawah judul "Experiments with Plant Hybrids." Kertas kerja keduanya diterbitkan oleh majalah itu juga tiga tahun kemudian. Kendati majalah itu bukanlah majalah besar, tetapi banyak terdapat di pelbagai perpustakaan besar. Di samping itu Mendel mengirim satu salinan kepada Karl Nageli, seorang tokoh disegani di bidang ilmu keturunan. Nageli membaca salinan itu dan kirim balasan kepada Mendel tetapi dia tidak paham apa yang teramat penting dalam salinan kertas kerja Mendel itu. Sesudah itu umumnya kertas kerja Mendel diabaikan dan nyaris dilupakan orang hampir tiga puluh tahun lamanya.
Tahun 1866 Mendel naik pangkat ditunjuk jadi pendeta kepala di biaranya. Kesibukan administrasi rutin membuatnya kehabisan tempo melanjutkan penyelidikannya dalam bidang tanam-tanaman. Ketika dia meninggal tahun 1884 dalam usia enam puluh satu, penyelidikan briliannya nyaris dilupakan orang dan dia tak peroleh pengakuan apa pun untuk penyelidikan itu.
Jerih payah Mendel baru diketemukan kembali tahun 1900 oleh tiga ilmuwan dari tiga bangsa yang berbeda-beda: Hugo de Vries dari Negeri Belanda, Carl Correns dari Jerman dan Erich von Tschermak dari Austria. Mereka bekerja secara terpisah tatkala menemukan artikel Mendel. Masing-masing mereka sudah punya pengalaman sendiri di bidang botani. Masing-masing secara tersendiri menemukan hukum Mendel. Dan masing-masing (sebelum menerbitkan buku) secara seksama mempelajari hasil kerja Mendel dan masing-masing pula menjelaskan bahwa penyelidikannya memperkuat pendapat Mendel. Satu kebetulan segitiga yang aneh! Lebih dari itu, di tahun itu juga, William Bateson, ilmuwan berkebangsaan Inggris, menemukan pula kertas kerja Mendel yang asli dan segera mengedepankan kepada kalangan dunia ilmu. Di penghujung tahun itu Mendel dapat sambutan meriah dan penghargaan atas begitu hebat karya-karya yang dilakukannya selama masa hidupnya.
Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama, Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat "unit dasar" yang kini disebut gene yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel, tiap ciri pribadi, misalnya warna benih, bentuk daun, ditentukan oleh pasangan gene. Suatu tumbuhan mewariskan satu gene tiap pasang dari tiap "induk"-nya. Mendel menemukan, apabila dua gene mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya, satu gene untuk benih hijau dan lain gene untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. Tetapi, gene yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. Mendel menyadari, tiap kegiatan sel atau gamete (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gene untuk satu pasang. Dia juga menegaskan, adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gene dari satu pasang terjadi pada satu gamete dan diteruskan kepada keturunan tertentu.
Hukum Mendel, meski sudah dilakukan perubahan kecil, tetap merupakan titik tolak dari ilmu genetika modern. Bagaimana Mendel selaku seorang amatir mampu menemukan prinsip yang begitu penting yang menyisihkan begitu banyak biolog profesional yang masyhur yang ada sebelumnya? Untungnya, dia memilih untuk bidang penyelidikannya jenis tumbuhan yang ciri-ciri khasnya ditentukan oleh seperangkat gene. Kalau saja ciri-ciri pokok yang diselidikinya masing-masing sudah ditentukan oleh pelbagai perangkat gene, penyelidikannya akan menghadapi kesulitan yang luar biasa. Tetapi, keberuntungan ini tidak akan menolong Mendel kalau saja dia tidak punya sifat kecermatan yang dahsyat dan kesabaran seorang pencoba, dan juga tidak akan menolongnya apabila dia tidak menyadari bahwa perlu membuat analisa statistik dari pengamatannya. Karena faktor contoh-contoh di atas, umumnya mungkin tidak bisa diduga jenis kualitas mana sesuatu keturunan akan mewariskan. Hanya lewat sejumlah besar percobaan (Mendel sudah mencatat hasil lebili dari 21.000 tumbuh-tumbuhan!), dan lewat analisa hasil-hasilnya, Mendel dapat menarik kesimpulan terhadap hukum-hukumnya.

Jelaslah, hukum keturunan merupakan penambah penting buat pengetahuan manusia, dan pengetahuan kita tentang genetika mungkin akan lebih dapat dipraktekkan di masa depan daripada sebelumnya. Ada pula faktor yang tak boleh diabaikan kalau kita memutuskan dimana Mendel mesti ditempatkan dalam urutan daftar buku ini. Karena penemuannya diremehkan di saat hidupnya, dan kesimpulan-kesimpulannya diketemukan oleh ilmuwan yang datang belakangan, penyelidikan Mendel dianggap tidak berdiri sendiri. Apabila alasan ini dipaksakan, orang bisa berkesimpulan bahwa Mendel mungkin bisa tersisihkan sepenuhnya dari daftar, seperti halnya Leif Ericson, Aristarchus, Ignaz Semmelweiss telah disisihkan guna memberikan tempat buat Colombus, Copernicus dan Joseph Lister.
Tetapi, ada beda antara kasus Mendel dengan lainnya. Pekerjaan Mendel terlupakan hanya sebentar, dan begitu diketemukan kembali, segera melangit. Lebih jauh dari itu, de Vries, Correns, dan Tschermak, meskipun mereka menemukan kembali prinsip-prinsipnya secara independen, toh dia baca karya Mendel dan mengutip hasil-hasilnya. Akhirnya, orang tidak bisa bilang karya Mendel tak berpengaruh kendati de Vries, Correns dan Tschermak tak pernah hidup di dunia. Artikel-artikel Mendel sudah tersebar luas riwayat-riwayatnya (oleh W.O. Focke) sekitar masalah keturunan. Tulisan itu cepat atau lambat sudah dapat dipastikan akan diketemukan juga oleh mahasiswa-mahasiswa yang serius di bidang itu. Juga layak dicatat, tak satu pun dari ketiga ilmuwan itu yang menuntut bahwa merekalah penemu ilmu genetika. Juga, secara umum dunia ilmu sudah menyebutnya sebagai "Hukum Mendel."
Penemuan Mendel kelihatannya bisa dibandingkan dengan penemuan Harvey, baik dari segi orisinalnya maupun arti pentingnya tentang peredaran darah, dan dia sudah ditempatkan pada urutan yang sewajarnya.

Kamis, 04 Maret 2010

Apakah Columbus Mendarat ke Amerika Pertama Kali, Benarkah???

Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)


Mengapa saya memilih artikel ini karena mungkin hampir semua buku sejarah di dunia khususnya Indonesia selalu menganggap Columbus adalah penemu benua Amerika pertama. Tapi menurut saya Columbus bukanlah orang yang pertama kali mendarat di Amerika.

Mengapa begitu ? Sebab Columbus mendarat tahun 1502, sedangkan sebenarnya ada 2 orang lagi yaitu Leif Erikson tahun 1000 M yang mendarat di Newfoundland,Kanada dan orang Islam lah penemu pertama kali benua Amerika yaitu sekitar tahun 700-an masehi yang mendarat di sekitar Kuba,tempat Columbus pertama kali mendarat.


Karena dalam Wikipedia salah satu ensiklopedia Indonesia menyatakan bahwa Columbus ketika datang kesana untuk pertama kali dia menemukan bangunan mesjid yang pernah dilihatnya ketika sempat mendarat di benua Afrika.

Jadi saya menulis artikel ini bertujuan untuk membongkar kebohongan tentang siapa yang pertama kali mendarat di Amerika. Mengapa orang Eropa menutup-nutupi kebohongan itu ? Ini disebabkan karena benci dan iri terhadap Leif Erikson karena mereka Bangsa Viking yang merupakan musuh Eropa di utara dan benci pula terhadap orang Islam karena Islam sedang jaya-jayanya dan sempat pula menguasai Spanyol walaupun konflik intern memaksa mereka terusir dari negeri itu tahun 1492 M.