Tampilkan postingan dengan label WILHELM CONRAD RONTGEN 1845-1923. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WILHELM CONRAD RONTGEN 1845-1923. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2011

Wilhelm Conrad Rontgen tools that created the famous X-ray

Wilhelm Conrad Rontgen
November 8, 1895 X-ray again to make the experiment with the "cathode rays." Cathode rays consist of electron flow. Diprodusir flow by using high voltage between electrodes placed at each end of the glass tube where the air is almost entirely emptied. Cathode rays themselves are not specific and has stopped seeping by several centimeters of air. In this incident X-rays has been completely shut down his cathode ray tube with thick black paper, so that even electric light lit, no light can be seen from the tube. However, when X-rays turned on the electric current in the cathode ray tube, he was surprised to see that the light began to anneal on the screen that is located near the bench as stimulated by light. He put out the tube and screen (which is wrapped by a barium platino cyanide) stop light anneal. Because the cathode ray tube is fully closed, X-rays immediately aware that something invisible form of radiation that must come from the tube when the electric light turned on. Because this is a mysterious thing, he calls it visible radiation "X-rays" The "X" is a common mathematical symbol for something unknown.

Tempted by an accidental discovery, the X-ray investigations of other aside and concentrate on a review of things contained in the "X-rays" After several weeks of hard work, he found other evidence such as this: (1) X-ray beam can make various chemical objects in addition to "barium platinocyanide." (2) X-rays can break through the various objects that do not penetrate the normal light. Special X-rays found that X rays can penetrate the meat directly but stopped on his bones. By putting his hand between the cathode ray tube and the glowing screen, X-rays can see on the screen image of hand bones. (3) X-ray running vertically; not like electrically charged particles, X-ray did not terbelokkan by magnetic fields.

X-rays give a big contribution and advancement of world dentistry

Month December 1895 Rontgen wrote his first paper on X-rays Report in a short time arouse attention and uproar. Within a few months, hundreds of scientists to investigate X-rays, and within a year about 1000 papers published about it! One of the scientists who rely directly investigation of X-ray findings is Antoine Henri Becquerel. This man, although its main purpose to investigate X-rays, it is important to find the phenomenon of radioactivity.

In general, X-ray work when high energy electrons on target. X-rays themselves do not contain electrons, but electron magnetic waves. Therefore, he is basically similar to the radiation that can be seen the eye (ie light waves), except X-ray wavelengths much shorter.

The use of X-rays of the best known - of course - in the field of medical and dental diagnosis. Another use is in the field of radiotherapy, in which X-rays used to destroy malignant tumors or prevent their growth.

X-rays are also widely used in various industrial purposes. For example, can be used for measuring thickness of object or find something hidden damage. X-rays are also useful in many areas of scientific investigation, ranging from biology to astronomy. In particular, X-ray scientists presenting large amounts of information relating to atomic and molecular structure.

Nevertheless, one should not exaggerate the significance of X-ray rate. It is true, the use of X-ray brings many benefits, but one can not say he has revolutionized the whole of our technology, like Faraday's discovery of electro-magnetic proof. Similarly, one can not say the discovery of X-ray is truly a fundamental importance in the theory of science. Ultraviolet light (a wavelength shorter than visible light by the eye) has been known nearly a century earlier. The existence of X-rays - which have similarities with ultraviolet waves, but still much shorter wavelength - still within the framework of classical physics. Above all, I think the significance of X-ray proper place under the discovery Becquerel have more fundamental significance.

X-rays do not have children, so he and his wife raised the child was a girl. In 1901 Röntgen received the Nobel Prize for physics, which for the first time be given to the field. He died in Munich, Germany in 1923.

Minggu, 27 September 2009

Wil Helm Conrad Rontgen alat-alat yang diciptakan rontgen yang terkenal


Bisakah pembaca bayangkan andaikata dunia tak punya alat Rontgen? Nyaris mustahil! Wilhelm Conrad Rontgen si penemu sinar X dilahirkan tahun 1845 di kota Lennep, Jerman. Dia peroleh gelar doktor tahun 1869 dari Universitas Zurich. Selama sembilan belas tahun sesudah itu, Rontgen bekerja di pelbagai universitas, dan lambat laun peroleh reputasi seorang ilmuwan yang jempol. Tahun 1888 dia diangkat jadi mahaguru bidang fisika dan Direktur Lembaga Fisika Universitas Wurburg. Di situlah, tahun 1895, Rontgen membuat penemuan yang membuat namanya kesohor.

Tanggal 8 Nopember 1895 Rontgen lagi bikin percobaan dengan "sinar cathode." Sinar cathode terdiri dari arus electron. Arus diprodusir dengan menggunakan voltase tinggi antara elektrode yang ditempatkan pada masing-masing ujung tabung gelas yang udaranya hampir dikosongkan seluruhnya. Sinar cathode sendiri tidak khusus merembes dan sudah distop oleh beberapa sentimeter udara. Pada peristiwa ini Rontgen sudah sepenuhnya menutup dia punya tabung sinar cathode dengan kertas hitam tebal, sehingga biarpun sinar listrik dinyalakan, tak ada cahaya yang bisa terlihat dari tabung. Tetapi, tatkala Rontgen menyalakan arus listrik di dalam tabung sinar cathode, dia terperanjat melihat bahwa cahaya mulai memijar pada layar yang terletak dekat bangku seperti distimulir oleh sinar lampu. Dia padamkan tabung dan layar (yang terbungkus oleh barium platino cyanide) cahaya berhenti memijar. Karena tabung sinar cathode sepenuhnya tertutup, Rontgen segera sadar bahwa sesuatu bentuk radiasi yang tak kelihatan mesti datang dari tabung ketika cahaya listrik dinyalakan. Karena ini merupakan hal yang misterius, dia sebut radiasi yang tampak itu "sinar X." Adapun "X" merupakan lambang matematik biasa untuk sesuatu yang tidak diketahui.

Tergiur oleh penemuannya yang kebetulan itu, Rontgen menyisihkan penyelidikan-penyelidikan lain dan pusatkan perhatian terhadap penelaahan hal-ihwal yang terkandung dalam "sinar X." Sesudah beberapa minggu kerja keras, dia menemukan bukti-bukti lain seperti ini: (1) sinar X bisa membikin sinar pelbagai benda kimia selain "barium platinocyanide." (2) sinar X dapat menerobos melalui pelbagai benda yang tak tembus oleh cahaya biasa. Khusus Rontgen menemukan bahwa sinar X dapat menembus langsung dagingnya tetapi berhenti pada tulangnya. Dengan jalan meletakkan tangannya antara tabung sinar cathode dan layar yang bersinar, Rontgen dapat melihat di layar bayangan dari tulang tangannya. (3) sinar X berjalan menurut garis lurus; tidak seperti partikel bermuatan listrik, sinar X tidak terbelokkan oleh bidang magnit.

Sinar X memberi sumbangan besar dan kemajuan dunia kedokteran gigi

Bulan Desember 1895 Rontgen menulis kertas kerja pertamanya mengenai sinar X. Laporannya dalam waktu singkat menggugah perhatian dan kegemparan. Dalam tempo beberapa bulan, beratus ilmuwan melakukan penyelidikan sinar X, dan dalam tempo setahun sekitar 1000 kertas kerja diterbitkan tentang masalah itu! Salah seorang ilmuwan yang penyelidikannya langsung bersandar dari hasil penemuan Rontgen adalah Antoine Henri Becquerel. Orang ini, meskipun maksud utamanya menyelidiki sinar X, justru menemukan fenomena penting tentang radioaktivitas.

Secara umum, sinar X bekerja bilamana enerji tinggi elektron mengenai sasaran. Sinar X itu sendiri tidak mengandung elektron, tetapi gelombang elektron magnetik. Oleh karena itu pada dasarnya dia serupa dengan radiasi yang dapat terlihat mata (yaitu gelombang cahaya), kecuali panjang gelombang sinar X jauh lebih pendek.

Penggunaan sinar X yang paling dikenal --tentu saja-- di bidang pengobatan dan diagnosa gigi. Penggunaan lain adalah di bidang radioterapi, di mana sinar X digunakan untuk menghancurkan tumor ganas atau mencegah pertumbuhannya.

Sinar X juga banyak digunakan di pelbagai keperluan industri. Misalnya, bisa digunakan buat ukur tebal sesuatu benda atau mencari kerusakan yang tersembunyi. Sinar X juga berfaedah di banyak bidang penyelidikan ilmiah, mulai dari biologi hingga astronomi. Khususnya, sinar X menyuguhkan para ilmuwan sejumlah besar informasi yang berkaitan dengan atom dan struktur molekul.

Kendati begitu, orang janganlah berlebih-lebihan menilai arti penting Rontgen. Memang benar, penggunaan sinar X membawa banyak manfaat, tetapi orang tidak bisa berkata dia telah merombak keseluruhan teknologi kita, seperti halnya penemuan Faraday atas pembuktian elektro magnetik. Begitu pula orang tidak bisa bilang penemuan sinar X benar-benar merupakan arti penting yang mendasar dalam teori ilmu pengetahuan. Sinar ultraviolet (yang panjang gelombangnya lebih pendek ketimbang cahaya yang tampak oleh mata) telah diketahui orang hampir seabad sebelumnya. Adanya sinar X --yang punya persamaan dengan gelombang ultraviolet, kecuali panjang gelombangnya masih lebih pendek-- masih berada dalam kerangka fisika klasik. Di atas segala-galanya, saya pikir layak menempatkan arti penting Rontgen di bawah Becquerel yang penemuannya lebih punya makna penting yang mendasar.

Rontgen tak punya anak, karena itu dia dan istrinya mengangkat anak seorang gadis. Tahun 1901 Rontgen menerima Hadiah Nobel untuk bidang fisika, yang untuk pertama kalinya diberikan untuk bidang itu. Dia tutup usia di Munich, Jerman tahun 1923.