Tampilkan postingan dengan label Sejarah Asia Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Asia Timur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2011

Cina Era Deng Xiaoping

RRC terbentuk pada tanggal 1 Oktober 1949 setelah mengalami kekacauan yang panjang. Saat ini RRC mencoba sistem komunis dengan inspirasi Maoisme, dan secara bertahap membuka pintu kembali dengan negara luar. Saat ini RRC yang kaya akan tenaga kerja, sumber daya alam dan bahan baku industri menjadi sasaran investasi besar-besaran Jepang, Amerika Serikat, negara-negara Eropa Barat, dan negara-negara dari seluruh dunia. Teknologi industri Cina termasuk dalam jajaran negara-negara besar dunia, mulai dari teknologi nuklir, roket, dan obat-obatan tradisional.

Dahulu sebelum tahun 1990, RRC sering diisukan sebagai bahaya perdamaian di Asia dengan potensi teknologi persenjataan dan ideologi, tetapi belakangan anggapan ini berangsur hilang berkat kemampuan diplomasi dan strategi Cina yang dapat menyesuaikan dengan kecenderungan politik global. Kini pada saat pemerintahan Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao Cina memiliki pendapatan sosial bruto 1.290 USD dengan pertumbuhan ekonomi 9-10% per tahun. Pertumbuhan ekonomi ini dimulai ketika Deng Xiaoping mengeluarkan kebijakan perombakan tata ekonomi RRC.


A. DENG XIAO PING SEBAGAI TOKOH REFORMASI CINA
Deng Xiaoping menaiki tangga politik hingga sampai ke puncak setelah melalui jalan berliku, terjal, dan berbatu-batu. Ia pernah menjadi teman dekat Mao, tetapi juga pernah menjadi lawan politiknya yang paling dibenci. Ketika revolusi kebudayaan meletus pada tahun 1966, korban yang pertama kali terbabat adalah Deng. Sampai-sampai Deng dipaksa bekerja di ladang di desa-desa pedalaman dan tidur di kandang sapi.

Deng seorang komunis tulen tetapi berbeda dengan Mao. Deng tidak menganggap politik sebagai panglima. Bagi Deng, pandangan politik haruslah komunis, tetapi ekonomi tidak harus. Sebab tujuan pembangunan ekonomi Cina adalah kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Tidak peduli apakah jalan yang ditempuh untuk itu ditempuh dengan jalan kapitalis. Berkat pandangan-pandangan Deng yang kapitalis itulah reformasi ekonomi di Cina Daratan bergemuruh.

deng xiaoping
Gambar : Deng Xiaoping


Sejak kanak-kanak, sekalipun ia lahir dari keluarga kaya, Deng peka terhadap penderitaan rakyat. Ia nyaris seperti budha yang sedih melihat penderitaan orang lain. Orangtuanya pernah berharap Xiansheng atau Deng kecil menjadi pendeta tetapi Deng memilih politik. Hanya saja ia politikus yang menganggap politik bukan segala-galanya. Perhatian Deng lebih pada ekonomi. Kecenderungan ekonominya memang sangat besar, samapai-sampai ia tidak peduli, apakah jalan yang ditempuh melenceng dari Marxisme-Leminimisme sehingga tidak disukai ketua Mao.

Dalam membangun ekonomi Cina dia memiliki tantangan berat yang datang dari Mao Zedong. Semua jabatan baik dalam partai maupun pemerintahan ditarik. Deng menjadi sasaran hujatan dan harus diasingkan di pedalaman Nanchang. Bahkan anak lelakinya Deng Pufang, seorang mahasiswa yang cerdas mengalami siksaan yang berat. Mao memang tidak menghabisi Deng, konon Deng diselamatkan oleh sahabatnya PM Zhou Enlai yang berhasil membujuk Mao agar Deng diampuni.

Lelaki kelahiran Paifangchun, propinsi Sichuan ini, awal 1960 bersama Presiden Liu Shaoqi yang berpandangan sama yaitu menciutkan anggaran Partai Komunis Cina untuk mengatasi kelaparan yang melanda rakyat. Deng dan Shaoqi bisa agak bebas mengambil kebijaksanaan karena waktu itu ia menjabat Sekjen Partai Komunis Cina sedang Liu Shaoqi adalah presiden.

Namun sekapitalis atau semoderatnya Deng Xiaoping, ia masih seorang komunis yang tetap akan menegakkan komunisme dan membela ideologi tersebut. Buktinya Deng Pula yang memerintahkan tentara untuk memberantas para mahasiswa pengunjuk rasa di Tiananmen karena dianggap sudah kelewat batas dan membahayakan sendi-sendi komunisme. Orang kemudian tahu terpaksa atau tidak Deng bersekutu dengan tokoh-tokoh garis keras militer untuk memerangi para pengunjuk rasa yang sebagian besar mahasiswa. Para pengamat kemudian menyebut Deng seorang reformis–konservatif.

Namun lepas dari kekuatan dan kelemahannya, tidak bisa dipungkiri Deng Xiaoping adalah orang besar Cina setelah Mao. Cita-citanya yang tak pernah padam adalah melihat Cina yang kaya dan makmur. Orang tidak tahu persis apakah Deng tokoh yang benar-benar moderat, yang jelas pada tahun 1970-an ia pernah membangun dinding demokrasi. Disini rakyat boleh menyampaikan kata hati termasuk mengkritik partai dan pemerintah. Ketika kritik-kritik itu mulai menyerang dirinya, sekitar 1979, Deng memerintahkan agar para pengkritik itu ditangkap. Dinding demokrasi akhirnya tak terlihat lagi.

deng xiaoping
Gambar : Deng Xiaoping



B. REFORMASI CINA DAN PERAN DENG XIAOPING DIDALAMNYA
Berakhirnya reformasi kebudayaan yang merupakan masa terkelam dalam sejarah Cina menjadi awal reformasi ekonomi Deng Xiaoping. Setelah Mao wafat pada September 1976, pemerintahan sementara dikuasai oleh Hua Guofeng. Akhirnya Deng Xiaoping kembali dipanggil untuk mengimbangi kelompok empat. Kemudian Deng bersama kelompoknya melakukan transformasi ekonomi menuju kapitalis, yang akhirnya membawa kemajuan-kemajuan bagi Cina meskipun menghadapi berbagai tantangan juga.

Ada beberapa hal yang menjadi kunci keberhasilan reformasi ekonomi Cina yaitu pertama Deng melakukan reformasi secara hati-hati, bertahap, pragmatis dan kesabaran. Dalam melakukan reformasi, Cina lebih dulu meletakkan arah reformasi dan tidak terburu-buru melihat hasil. Hal ini tampak dari hasil yang baru dinikmati pada awal tahun 1990-an, padahal reformasi dimulai sejak 18 Desember 1978. Kedua keberhasilan Cina disebabkan keberhasilam dalam bidang politik, ekonomi, budaya, dan hukum.

1. Reformasi dibidang politik
Dalam bidang politik, Deng berhasil mewujudkan stabilitas nasional yang penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan ekonomi, serta adanya dukungan politik terhadap kepemimpinan nasional. Keberhasilan Cina mampu menghindari benturan sejarah, dengan mengakui bahwa Cina telah tumbuh melelui tahapan revolusi, rekonstruksi, dan reformasi. Jadi Cina mengakui bahwa keberhasilan hari ini tidak lepas dari modal sejarah masa lalu. Itu sebabnya Cina mampu menempatkan pemimpin-pemimpin nasionalnya pada tempat terhormat, apapun kesalahan dan kekeliruan yang telah dibuatnya karena jasa mereka tidak bisa dihilangkan oleh kesalahannya. Akhirnya tidak ada kebencian dan permusuhan antar generasi.


2. Reformasi dibidang ekonomi
Pertumbuhan ekonomi ini dimulai ketika Den Xiaoping mengeluarkan kebijakan perombakan tata ekonomi RRC. Gagasan perombakan ini dituangkan dalam gagasan empat bentuk modernisasi RRC. Empat bentuk modernisasi ini mencakup bidang pertanian, industri, iptek, dan militer. Gagasan ini dikemukakan pada sidang pleno ketiga kongres Sentral Komite ke–XI Partai Komunis Cina (PKC) pada tahun 1978. Sidang ini menjadi arena kritik kesalahan-kesalahan Mao Tse Tung dalam menangani berbagai masalah, termasuk bidang ekonomi. Serangan tersebut terutama dilancarkan oleh Deng Xiaoping. Deng Xiaoping melihat pertumbuhan ekonomi negara-negara tetangga terutama Jepang dan Korea Selatan lebih maju dibandingkan dengan RRC. Sehingga memberi inspirasi bagi Deng Xiaoping untuk merekomendasikan perombakan tata ekonomi RRC. Menurut Deng Xiaoping hal ini perlu dilakukan karena kemunduran ekonomi RRC dapat memberi peluang terhadap keresahan sosial di dalam negeri, hal ini juga dapat memberi kesan dan citra negatif bagi RRC.

Reformasi ekonomi dimulai di sektor pertanian. Pada tahun 1978, Deng kembali menghidupkan kebijakan sistem intensif Liu Shaoqi yang diperkenalkan pada awal tahun 1960an. Kebijakan ini termasuk pasar bebas, kepemilikan tanah pribadi, dan tanggung jawab petani dalam mengatur tanah pertanian mereka sendiri menurut kontrak penetapan quotabkeluarga setiap rumah tangga. Kebijakan ini menemukakan dua tipe kontrak yaitu

1. Baochan daohu, yang mengharuskan rumah tangga memenuhi quota negara dan keperluan wilayahnya.

2. Baogan daohu, membolehkan rumah tangga untuk memperoleh hasil produksi yang lebih setelah terlebih dahulu memenuhi kebutuhan negara dan desanya.

Pemerintahan Deng juga menghapuskan sistem komune rakyat dan diganti dengan pemerintahan administrasi setempat. Keuntungan sistem ini adalah meningkatkan semangat petani untuk bekerja lebih keras dan meningkatkan pendapatannya. Deng berhasil memperoleh dukungan dari 800 juta petani. Deng Xiaoping juga lebih mementingkan hal-hal yang tidak searah pemikiran Mao Tse Tung, seperti penekanan pentingnya pertumbuhan ekonomi, pemberian kebebasan terbatas, orientasi keuntungan material, pemekaran kembali nilai-nilai tradisional, dan konfusianisme. Langkah selanjutnya yang dilaksanakan Deng Xiaoping adalah upaya mengurangi pengaruh kebijakan Mao yang dianggap merupakan panghalang bagi kebijakan modernisasi Reformasi di Cina hanya terbatas pada reformasi ekonomi, dengan membuka ekonomi Cina dengan dunia luar, memperkenalkan ekonomi pasar, dan mengundang investor asing ke Cina.

Deng Xiaoping yang juga terkenal sebagai seorang pragmatis mengajak para untuk meninggalkan sementara masalah-masalah ideologi seperti masalah pertentangan kelas, penguasaan alat-alat produksi secara ketat oleh negara, dan bentuk penerapan ideologi kaku lainnya. Di sisi lain Deng Xiaoping mendorong RRC ke arah upaya-upaya peningkatan produksi nasional meskipun perlu melakukan manajemen kapitalistik yang sangat kontradiktif dengan ideologi komunis.

Langkah ekonomi reformasi Cina diikuti dengan mengembangkan industri manufaktur, untuk memperluas dan meningkatkan usaha kecil menengah dan wiraswasta. Bukan Cuma reformasi di pedesaan, reformasi di perkotaan juga dilakukan dengan memprioritaskan untuk memperkuat perusahaan negara dengan memisahkan kepemilikan dari fungsi operasional, memperkenalkan sistem tanggung jawab kontrak perindustrian, serta perusahaan-perusahaan besar milik negara dapat dengan sukarela menjadi perusahaan bersama dengan tanggung jawab yang dibatasi.

Cina memprioritaskan kepada sektor ekonomi yang dapat menghasilkan pertumbuhan yang pesat tanpa intervensi pemerintah yang besar. Cina juga membuka untuk penanaman modal asing (PMA). Untuk membawa Cina ke dalam perekonomian global, kebijakan yang diambil adalah kebijakan pintu terbuka (Kaifang Zhenzheb). Tujuan kebijakan ini adalah untuk memperlancar jalannya modernisasi melalui pengembangan teknologi dan kemampuan serta menarik para investor. Selain itu, kebijakan pintu terbuka juga menerapkan 3 cara alih teknologi yaitu joint venture counter trade dan zona eksklusif khusus. Hasilnya adalah ekspor dan produksi Cina meningkat dengan tajam dan dalam waktu yang singkat tanpa pengeluaran dana pemerintah yang besar. Reformasi ekonomi di bidang administrasi juga dilakukan bertahap dan berhasil mengatasi hiperinflasi dan depresiasi. Pemerintah juga mendirikan lembaga-lembaga yang memungkinkan untuk mengendalikan inflasi, juga pembaharuan sistem perbankan dan pengembangan pasar modal.


3. Reformasi dibidang budaya
Untuk menciptakan kondisi masyarakat yang mampu mendukung reformasi ekonomi, Cina juga melakukan reformasi budaya yang dikenal dengan “Liberalisasi Pikiran”. Masyarakat Cina adalah masyarakat yang kokoh mempertahankan nilai-nilai tradisional, terutama pengaruh konfusianisme yang kuat pada petani-petani tradisional. Pengaruh yang kuat ini disebabkan rentang sejarah panjang, disamping Cina merupakan negara agraris dengan petani yang mencapai hampir 80% dari penduduk Cina. Reformasi ini dimaksudkan untuk menyesuaikan sisi-sisi pengaruh konfusianisme dan budaya petani tradisional yang kurang sesuai dengan semangat pembangunan Cina.

Di satu sisi liberalisasi pikiran menentang konsep perekonomian terencana dan terpusat yang dianggap unggul, pengendalian badan-badan usaha oleh pemerintah serta konsep sama rata yang tidak sejalan dengan konsep laba atau bisnis. Di sisi lain, liberalisasi pikiran mendorong masyarakat Cina untuk mengaktualisasikan diri, aktualisasi diri itu merupakan sikap yang bertentangan dengan ajaran konfusianisme yang menekankan ajaran kebersamaan. Oleh sebab itu Deng mengatakan bahwa “kaya adalah mulia’. Selain itu, liberalisasi pikiran bertujuan untuk mengikis sikap petani tradisional yang pada umumnya cepat puas dan berpedoman bahwa hidup bukan untuk bekerja, tetapi bekerja untuk hidup sehingga kerja tidak untuk mencapai prestasi.


4. Reformasi dibidang hukum
Bagi Cina yang amat penting adalah bagaimana mereka mengawali reformasi dengan penegakan hukum yang konsisten dan keteladanan poemimpin. Hukum bukan untuk dikompromikan, tetapi dilaksanakan dengan teguh. Hukum harus dipaksakan, kesadaran baru timbul yang baru kemudian menjadi kebiasaan. Hukum berlaku bagi semua, termasuk juga pemerintah-pemerintahnya.

Kamis, 17 November 2011

Sistem Kepercayaan Korea dan Jepang

Korea dan Jepang merupakan dua negara yang terletak di kawasan Asia Timur. Kepulauan Jepang terdiri dari empat pulau utama yaitu Honshu, Hokkaido, Kyushu, dan Shikoku. Sejumlah gugusan pulau dan sekitar 3.900 pulau yang lebih kecil lagi. Pulau Honshu memiliki luas lebih dari 60% dari seluruh kepulauan Jepang. Negara Korea itu dalam berabad-abad sejarahnya merupakan negara yang sangat penting dikawasan tersebut sebagai negara yang menghubungkan Asia Timur Laut dengan dunia luar, terutama dengan kepulauan Jepang yang letaknya dekat sekali dengan semenanjung Korea. Panjang semenanjung Korea dari ujung utara keujung selatan kira-kira 1000 km, sedangkan lebarnya pada daerah tersempit adalah 216km. Semenanjung Korea dipisahkan disebelah utara dengan sungai Amnok(yalu) dan Du-man(tumen). Ditengah dua sungai itu terletak gunung Baek-du, yang berarti gunung bertopi putih, yang dianggap oleh rakyat Korea sebagai gunung suci. Penduduk dikawasan Jepang dan Korea mayoritas beragama Budha. Dalam upacara-upacara agama diJepang dan Korea banyak keunikan yang bisa dilihat dan dikaji sehingga menarik untuk ditlaah lebih dalam.


A. KEPERCAYAAN BANGSA KOREA
Agama Budha masuk pertama kali ke Korea terjadi pada tahun 373 SM, ketika raja So-su-rim dari kerajaan Kokuryo menguasai seluruh belahan utara semenanjung Korea dan sebagian besar kawasan Mancuria. Agama Budha menjadi agama induk di Korea, sehingga kebudayaan Korea Kuno tidak bisa lepas dari agama Budha. Agama Budha sendiri mencapai puncak kejayaan di Korea selama 300 tahun pada masa kerajaan Silla bersatu yang didirikan pada tahun 668 SM. Wilayah teritorial kerajaan Silla bersatu meluas sampai ke garis yang menghubungkan Pyongyang dan Wong-san, dan beribukota di Kyong-ju. Pada masa Silla bersatu, agama Buddha menjadi agama nasional. Jika ditinjau dari peninggalan-peninggalan yang masih ada, kerajaan Silla sangat unggul dalam arsitektur agama Budha, di samping barang-barang keramik di masa kerajaan Kokuryo dan tulisan indah di masa kerajaan Lee.

Agama Budha merupakan rumus filsafat yang tinggi, karena bertujuan untuk memperoleh kebersihan jiwa dengan penolakan nafsu-nafsu duniawi dan menghindari adanya kebangkitan roh-roh jahat dan membawa roh-roh suci ke dalam Nirwana. Korea memiliki 6.700 kuil Budha, termasuk 1.600 candi besar dan kecil. Hampir di setiap kompleks candi dan kuil Budha di Korea terdapat sebuah kuil kecil yang terletak dekat dengan ruangan utama tempat sembahyang. Lukisan seorang tua yang berjanggut putih panjang dengan ditemani seekor harimau jinak menghiasi dinding kuil kecil tersebut. Lukisan tersebut mendapat pengaruh dari kepercayaan Tauisme. Sebenarnya sejak masuknya agama Budha ke Korea, sangat sedikit masyarakat yang mau bersembahyang, untuk itulah maka didirikan kuil kecil yang dapat digunakan untuk sembahyang. Karena menurut kepercayaan Tauisme, sembahyang di Kuil agar anak laki-laki atau suaminya lulus ujian. Melahirkan anak laki-laki, menjaga kesehatan anggota keluarga dan juga untuk menambah anggota keluarga. Dengan kepercayaan semacam itu, banyak orang yang mengunjungi candi dan mampir ke kuil kecil untuk sembahyang.

patung budha korea
Gambar : Patung Budha di Korea


Terdapat sekitar 29 juta orang beragama Buddha di Korea. Hal ini bearti bahwa agama Budha merupakan agama terbesar di Korea, terbukti menurut penanggalan imlek, yakni tanggal 8 bulan keempat diperinagti hari lahirnya Budha Gautama. Agama Budha di Korea sendiri beraliran Mahayana. Rakyat Korea dikenal sangat cinta terhadap kesenian dan selalu berusaha untuk memahirkannya. Oleh karena itu, peninggalan-peninggalan kebudayaan agama Buddha memiliki sifat kesenian yang tinggi dan khas. Di antara peninggalan-peninggalan kebudayaaan agama Buddha di Korea selain arsitektur Buddha, ukiran patung-patung Buddha merupakan ciptaan yang sangat bermutu. Untuk itu, sampai sekarang rakyat Korea sangat membanggakan seni itu kepada masyarakat dunia.

Patung-patung Buddha mencapai puncak keindahannya pada masa Silla bersatu. Salah satu yang menjadi kebanggaan rakyat Korea adalah patung-patung batu dari batu granit yang terletak di gua kuil suci Sok-Gul-am di puncak gunung To-ham di kota Kyong-ju, ibu kota kerajaan Silla bersatu. Patung yang terbesar dan indah dan mengarah ke timur didirikan pada tahun 752. Rakyat menganggap patung tersebut adalah patung yang paling unggul di Korea. Pada tahun 1995, UNESCO menetapkan patung tersebut sebagi salah satu peninggalan kebudayaan manusia. Bahan-bahan yang digunakan untuk patung-patung Buddha ukuran besar di Korea adalah besi, perunggu, kayu yang disepuh emas, dan emas murni, di samping batu besar.Sementaraitu, patung-patung ukuran kecil dibuat dari perunggu, sepuhan emas, emas murni, atau tanah liat mengkilat.

kuil budha korea
Gambar : Kuil Budha di Korea


Selain agama Budha, masyarakat Korea khususnya para ibu rumah tangga selalu sembahyang di hadapkan pada semangkuk air yang berisi air jernih yang diletakan di tempat suci di belakang rumah mereka. Setiap pagi hari, Ibu meletakan semangkuk air di belakang rumah dan bersembahyang dalam keadaa yang masih sepi. Mereka memanjatkan doa agar anggota keluarga di berikan kesehatan dan keselamatan serta keberhasilan suami dan anak-anakny dalam tugasnya masing-masing.


B. KEPERCAYAAN BANGSA JEPANG
Di Jepang, kebebasan beragama dijamin bagi semua orang berdasarkan Undang-undang Dasar, pasal 20 menyatakan bahwa “tidak satupun organisai agama dapat menerima hak istimewa dari Negara, dan tidak satupun dapat mempunyai wewenang politik apapun. Tidak seorangpun dapat dipaksa mengambil bagian dalam bagian dalam kegiatan, perayaan, upacara atau praktek agama”. Agama yang terbesar di Jepang adalah agama Budha, yang pada akhir tahun 1985 mempunyai 92 juta pemeluk dilanjutkan dengan agama Kristen, terdapat 1,7 juta orang kristen, orang Muslim berjumlah sekitar 155.000, termasuk orang bukan Jepang yang bermukim sementara di negeri ini. Agama asli masyarakat Jepang, yakni Shinto. Shinto merupakan agama yang berakar ada kepercayaan akan animisme. Biasanya masyarakat menyembah dewa-dewa rumah tangga dan dewa-dewa setempat. Pahlawan dan pemimpin yang terkemuka didewakan dan disembah. Agama Shinto mulai tidak diberi dukungan resmi ataupun hak khusus, setelah dikeluarkannya Undang-Undang Dasar setelah perang.

patung budha jepang
Gambar : Patung Budha di Jepang


Alur masuknya agama Budha ke Jepang di mulai dari India berlanjut ke Cina dan Korea, berlangsung pada pertengahan abad ke enam, tepatnya pada tahun 538 M. Setelah memperoleh dukungan Kaisar, agama Budha disebarluaskan oleh para penguasa kesemua pelosok. Pada awal abad ke 9, agama Budha di Jepang memasuki periode baru, ketika agama ini secara khusus melayani kaum bangsawan istana. Pada periode Kamakura (1192-1338), suatu periode keresahan besar politik dan kekacauan sosial, muncullah banyak sekte baru budhis yang menawarkan harapan keselamatan baik kepada prajurit maupun kepada rakyat petani. Agama budha bukan hanya berkembang di Jepang sebagai agama tetapi juga banyak turut memperkaya kesenian dan ilmu pengetahuan.

budha tidur di jepang
Patung Budha di Jepang


Agama Budha di Jepang termasuk agama Budha Mahayana. Agama Budha Mahayana pada umumnya mengajarkan keselamatan di taman firdaus untuk semua orang ,bukan kesempurnaan perseorangan, dan mempunyai bentuk yang jauh berbeda dengan bentuk agama Budha yang ditemukan di bagian-bagian lain di Asia Tenggara. Semua sekte agama Budha di Jepang dapat ditelusuri jejaknya pada cabang-cabang utama yang awal masuk ke Jepang, yakni Jodo, Joso Shin, Nichiren, Shingon, Tendai, dan Zen.

Religi Jepang mempunyai dua konsep dasar mengenai ketuhanan. Yang pertama adalah sebagai sebagai suatu entitas lebih tinggi yang memelihara, memberikan perlindungan dan cinta. Tindakan-tindakan religi yang ditunjukkan kepada entitas-entitas ini bercirikan sikap hormat, syukur atas rahmat yang diterima dari mereka, dan usaha-usaha untuk membalas rahmat tersebut. Yang kedua adalah bahwa dia merupakan dasar dari segala yang ada atau inti terdalam dari realitas. Kegiatan yang ditunjukkan kepada entitas-entitas ini adalah usaha para pengikut untuk mencapai kondisi menyatu dengan dasar dari segala yang ada dan hakikat realitas ini.

Keduanya hampir terdapat pada semua sekte. Misalnya konsep tentang alam merangkum kedua aspek sikap terhadap Tuhan tersebut. Alam adalah kekuatan pemeliharaan yang penuh kebajikan yang harus dihargai oleh manusia dan dia merupakan wujud dari sumber kejadian.manusia dapat masuk ke dalam inti reliatas dan menyatu dengannya melalui pemahaman atas bentuk-bentuk alam. Alam tidaklah terpisah dari para dewa atau manusia tetapi menyatu dengan keduanya. Manusia adalah makhluk penerima karunia tak terbatas dari tuhan, alam, para atasan, dan akan tak berdaya tanpa semua karunia tersebut.dia sekaligus adalah “alamiah” dan “ilahiah”. Dia adalah mikrokosmos dimana yang ilahi dan alam adalah makrokosmos. Dia adalah “bentuk kecil langit ddan bumi”, di dalam dirinya terkandung hakikat budha, atau tao, atau li , tau nuraninya (honsyin, ryoshin) tidaklah beda dari li. Jelaslah dari apa yang dipaparkan diatas bahwa sifat dasar manusia dianggap baik.

Dalam kehidupan nyata sifat dasar ini bisa jadi kabur oleh kotoran yang berupa kepentingan dan hasrat pribadi. Sifat jahat yang radikal cenderung diingkari ada pada manusia, alam, atau ketuhanan. Kejahatan dijelaskan sebagai sesuatu yang relatif, hanya nampaknya saja kejahatan tetapi dalam konteks yang lebih besar pada dasarnya bukan atau sebagai semacam “pergesekan” yang menyertai kehidupan keseharian atau “beban” yang disebabkan oleh adanya hakikat badaniah pada diri kita. Pergesekan atau beban ini membelokkan kita dari orbit alamiah kita yang sebenarnya. Tindakan membebaskan diri kita dari hasrat mementingkan diri akan memungkinkan hakikat diri kita mencapai tempatnya yang sesuai tanpa rintangan. Konsep kejahatan dari budha sebagai akibat dari tindakan moral dalam kehidupan sebelumnya juga banyak dianut di Era Tokugawa.

Budhisme di Jepang mengalami alur perkembangan yang serupa dengan yang dialami shinto. Walaupun sejak awal jelas terdapat sejumlah rahib budha yang tulus dan memahami religi mereka dalam pengertian yang lebih filosofis, sulit disangkal bahwa pengaruh budhisme pada abad-abad awal perkembangannya di Jepang lebih banyak disebabkan karena unsur magis yang dipunyainya. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, banyak muncul gerakan-gerakan keagamaan, baik itu Shinto, Budha, maupun campuran agama. Mereka saling melakukan banyak kegiatan sosial dan budaya dalam lingkungan agamanya, dan ada juga yang mulai masuk dalam kegiatan politik yang subtansial.

Agama Kristen masuk ke Jepang oleh missionaris Jesuit Santo Fransiskus Xaverius pada tahun 1549. Pada akhir abad ke 16, di Jepang terjadi kerusuhan namun agama Kristen tetap berkembang dengan cepatnya. Karena pada masa itu masyarakat Jepang sedang kehausan akan lambang kerohaniaan baru mupun yang hanya menginginkan keuntungan dari perdagangan dan juga teknologi Barat, khususnya senjata api. Namun setelah Jepang berhasil di satukan pada akhir abad 16 ini, agama Kristen tidak lagi leluasa dalam penyebarannya. Karena di anggap subvertif terhadap ketertiban yang baru dicapai. Larangan ini berlangsung sampai pertengahan abad ke 19, saat Jepang kembali membuka diri terhadap dunia Internasional. Komposisi orang sendiri di Jepang yakni protestan sebanyak 981.000 orang dan Katholik sebanyak 457.000 orang. Sementara itu Kong Fu Tse masuk ke Jepang pada permulaan abad ke 6. Oleh masyarakat Jepang Kong Fu Tse dipandang sebagai kode pedoman akhlak, bukan sebagai agama. Hal ini berdampak pada pemikiran dan perilaku masyarakat Jepang, tetapi pengaruhnya semakkin berkurang sejak Perang Dunia II.

Kamis, 10 November 2011

Peradaban dan Perkembangan Dinasti di Cina

Asia Timur sering disebut dengan istilah Timur Jauh, terjemahan dari bahasa Inggris The Far East. Istilah dalam bahasa Inggris, The Far East itu merupakan imbangan terhadap istilah-istilah The Near East dan The Middle East. Selama berabad-abad Asia Timur berada dalam isolasi relatif, karena berabad-abad sampai pertengahan abad 19, terletak dipinggiran daratan Asia sebelah timur teristimewa jauh dari jangkauan pengaaruh kekuasaan Eropa. Masyarakat-masyarakat di Asia Timur juga berabad-abad berada dalam kestabilan relatif atau kemantapan relatif, karena dijiwai oleh kekuatan-kekuatan spritual yang hampir sama. Pada umumnya kekuatan spiritual yang memenatapkan masyarakat Asia Timur sampai abad ke 20 bersumber dari Kebudayaan Cina. Sampai abad ke 19 pengaruh kebudayaan Cina masih kuat dalam masyarakat Asia Timur. Cina merupakan induk dari peradaban di Asia Timur. Walaupun ada perbedaan besar antara masyarakat di Jepang, Korea dan Cina, tapi jiwa dari kebudayaan daerah-daerah tersebut hampir sama. Korea dan Jepang sangat mewarisi kebudayaan Cina. Jepang menerima warisan kebudayaan dari Cina baik melalui Korea maupun dari Cina langsung.

Cina adalah negara terbesar di Asia timur dan selama berabad-abad selalu menduduki posisi penting dalam sejarah Asia Timur. Sampai akhir abad ke 19, Korea dan Jepang kebudayaannya masih berinduk pada Cina. Cina merupakan sumber peradaban bagi banyak bangsa yang hidup di Asia Timur. Cina juga merupakan negara yang memiliki peradaban tua. Cina memiliki wilayah yang begitu luas serta keadaan alam yang sangat heterogen, sejarah bangsa Cina juga sudah di mulai berabad-abad sebelum masehi. Dataran Cina sangatlah luas dan ada beberapa macam-macam tanah dan daerah. Hal ini akan menyebabkan bermunculan berbagai tanaman, tumbuhan dan binatang. Daerah yang beraneka ragam merupakan salah satu faktor tumbuh dan berkembangya kebudayaan suatu negara. Hal yang istimewa dari Cina walaupun wilayahnya luas dan berbeda namun tetap bisa bersatu.


A. AWAL PERADABAN DI CINA
Cina merupakan salah satu negara di daratan Asia timur memiliki peradaban yang cukup tua. Wilayah Cina merupakan wilayah yang cukup terisolir oleh gurun dan pegunungan-pegunungan yang membentang luas di sekitar wilayah Cina. Masyarakat Cina terdiri dari lima etnis yaitu bangsa Han, Manchu, Mongol, Tark dan Tibet. Dalam perkembanganya wilayah Cina yang terisolir tapi wilayah Cina memiliki keunikan tersendiri yaitu dari segi tulisan yang berbeda, walaupun wilayah Cina begitu luas namun dapat bersatu. Namun karena terisolirnya wilayah Cina menyebabkan mereka tidak mengetahui perkembangan peradaban yang berada di luar wilayahnya. Sehingga bangsa Cina merasa menjadi pusat peradaban karena memiliki peradaban tertinggi di antara wilayah di sekitarnya diantaranya Korea, Jepang dan Indocina. Tapi hal itu disebabkan Cina tidak mengetahui dunia luar yang sudah maju seperti Mesir, Mesopotamia, dan negara-negara Eropa.

peta cina
Gambar : Peta Negara Cina


Dengan kondisi yang terisolir namun Cina memiliki kekayaan alam yang luar biasa, maka mata pencaharian orang-orang tidak jauh-jauh dari kekayaan alamnya, yaitu pertanian. Corak pertanian di Cina ialah mengolah setiap jengkal tanah dengan intensif. Pada saat itu pertanian sawah berkembang lebih dari yang lain, karena jenis pertanian ini lebih cocok di sub tropis yang memiliki banyak air untk mendukung tanaman padi. Sementara itu untuk perternakan dilakukan nomadic, ciri khas mereka adalah menggunakan tenda, sehingga mudah bila ingin berpindah-pindah. Hewan yang diternakan yaitu sapi, domba, kuda dan lain lain. Hewan-hewan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan nomadic seperti susu, daging, keju, mentega, kulit dan wol. Jadi pada masa ini mata pencaharian orang-orang Cina kuno dibagi menjadi tiga yaitu pertanian, peternakan dan campuran antara keduanya.

Tanah yang subur pada umumnya terletak di lembah sungai yang sangat padat penduduknya. Tidak seluruh Cina subur tanahnya, terdapat juga gurun dan padang rumput. Luas tanah yang subur hanya sebagian kecil wilayahnya. Tanah loss di Cina Utara subur asal ada air. Di Honan, Shausi dan Shensi orang sangat hemat dengan tanah sehingga banyak orang membuat rumah di Tanah Loss di kaki bukit, supaya tersedia cukup tanah untuk pertanian. Dalam membuka lahan pertanian, hutan-hutan dibakar tanpa memperhitungkan akibatnya. Dahulu keadaan Tanah Loss berbeda dengan sekarang, sekarang daerah ini gundul dan kering. Hujan di Cina Utara sangat terbatas sehingga musim kemarau dan banjir sering menimbulkan bahaya kelaparan. Sekarang di RRC mengadakan penghijauan di Shansi dan Shensi. Di Sungai Kuning dibangun sebuah bendungan raksasa untuk menaggulangi banjir dan mengairi daerah pertanian. Bendungan raksasa juga dibangun di Sungai Huai untuk maksud yang sama.

Sementara di Cina Selatan lebih banyak turun hujan dan waktu bercocok tanam tidak terlalu dipengaruhi oleh musim. Panen dapat dilakuakan dua kali setahun. Disana juga tidak terjadi pengrusakan hutan, sehingga banyak terdapat bukit-bukit berbatu granit yang tandus dan gundul. Sebagai akibat dari kelebihan penduduk agraris terjadi imigrasi petani. Dari Cina Selatan terjadi emigrasi ke Nan Yang (Asia Tenggara) dan daerah-daerah pasifik. Di Indonesia misalnya banyak terdapat orang Cina yang berasal dari Fukien dan Kwanngtung. Dari daerah ini sejak berabad-abad dahulu para pedagang sering merantau ke Nan Yang. Sejak pertengahan abad ke 19 terjadi emigrasi besar-besaran dari Cina Selatan yang terdiri dari petani, nelayan, buruh perkebunan, pertambangan, dan orang yang berhasil dalam perdagangan dan perindustrian.

Dari Cina Utara terjadi emigrasi petani ke Sinkiang, Mongolia dan Mancuria. Penduduk Mancuria sekarang 90% adalah orang Cina. Orang Manchu sendiri hanya ± 2 % dan orang Mongolia ± 4%, Korea ± 3% dan ada juga keturunan orang Rusia. Di Cina banyak terkandung barang tambang. Batu bara terdapat hampir disetiap propinsi, yang terbanyak di Kansu, Shensi, Honan dan Manchuria. Biji Besi paling banyak terdapat di Manchuria (2/3 dari seluruh persediaan RRC). Disana juga terkandung timah, tungsten (walfarm), antimonium, tembaga dll. Potensi tenaga air juga cukup besar, terutama di sungai Yangtse. Tetapi minyak bumi baru sedikit dihasilkan di Kansu dan Shensi dan persediaan terbesar di Shinkiang.

Cina sekarang memerlukan banyak sekali baja dan besi untuk membangun industri berat. Pusat Industri berat terbesar terdapat di Anshan (Mancuria Selatan), juga sangat terkenal tanur-tanur tinggi di pabri-pabrik baja di Hanyang (Wuhan). Dengan tujuan mencapai kemajuan besar dalam bidang perekonomian dalam bidang industri ditetapkan tahun 1958 sebagai (tahun melompat jauh) atau “Tahun Lompatan Raksasa” Untuk menghasilkan baja didirikan puluhan ribu tanur yang dikerjakan pada musim gugur dan dingin oleh petani, pelajar dan pegawai kantoran. Produksi baja juga dijadikan sasaran pabrik proyek tersebut. Dalam pertanian target ditujukan pada produksi gandum, padi dan kapas.

peta dinasti cina kuno
Gambar : Peta Dinasti Cina Kuno



B. PEREKONOMIAN DINASTI–DINASTI DI CINA
1. Dinasti Shang
Perdaban Shang dan penerusnya merupakan peletak dasar perkembangan peradaban Cina yang agraris dengan sistem pengairan. Kebudayaannya dibangun dari hasil kerja petani. Pada Zaman Shang sudah terdapat banyak kota, yang menjadi pusat kehidupan golongan aristokrat. Di kota-kota sudah terdapat industri kerajinan tangan, yang melayani kebutuhan hidup rumah tangga penguasa (raja dan bangsawan). Untuk keperluan tersebut terjadi perdagangan barang-barang mewah dan pemakaian tenaga budak untuk produksi. Tenaga kerja pertanian dan buruh industri diambil dari budak-budak raja dan bangsawan. Para petani menanam gandum dan pohon kertau untuk memelihara ulat sutera, juga memelihara sapi, babi, biri-biri dan kuda. Kain sutera ditenun untuk pakaian bangsawan, sedangkan rakyat berpakaian dari bahan kasar yng ditenun dari urat tumbuhan. Teknik menenun sudah maju, industri kerajinan juga sudah maju, hasilnya sudah mendekati keramik porselen.

Dengan munculnya dinasti Shang dimulailah zaman sejarah di Cina dengan adanya peninggalan-peninggalan bersejarah. Kesenian perunggu dari zaman Shang telah mencapai puncak yang tinggi, menghasilkan periuk-periuk dan jambangan dari perungu dalam bentuk dan hiasan yang paling bagus. Juga dihasilkan benda-benda seni dari batu giok, marmer tanduk rusa, gading, tulang, benda keramaik dll. Gaya hiasan dari benda-benda itu terkenal dengan sebutan “Langam Binatang”. Periuk-periuk tripod perunggu dan lencana-lencana batu giok dipakai dalam upacara-upacara keagamaan. Periuk-periuk tersebut dijadikan lambang kekuasaan raja-raja Cina kuno. Untuk keperluan sehari-hari dibuat periuk-periuk dari tanah. Hasil barang-barang keramik dari zaman itu sudah mendekati porselen, ada yang putih bening, hanya belum mengkilat seperti poselen. Karena perunggu tidak banyak, dijadikan harta benda berharga dan disimpan sebagai modal. Pemakaian secara umum benda logam untuk keperluan sehari-hari tidak pernah terjadi, untuk itu dipakai barang-barang keramik. Hal ini merupkan pendorong untuk menghasilkan barang-barang keramik yang berkualitas baik, sehingga di Cina dengan cepat ditemukan porselen.

2. Dinasti Chou
Suku bangsa yang menghancurkan dinasti Shang, mendirikan dinasti Chou. Mereka mula-mula hidup sebagai bangsa semi nomad yang lebih mengutamakan peternakan tapi juga sudah mengenal pertanian. Sistem pembagian tanah sumur-tegalan (sistem Ching Tien) di Cina berasal dari zaman Chou.

3. Dinasti Chin
Pada tahun 359 SM, pada masa pemerintahan Hsiao dilakukan perubahan besar dalam organisasi sosial dan politik, yang dilakukan oleh perdana mentri Shan Yang (359-338SM). Sistem pembagian tanah dihapuskan dan diganti dengan pemilikan tanah oleh petani. Pada masa dinasti Chin ini tanah boleh diperjual belikan secara bebas. Peristiwa penting ketiga yang terjadi pada masa Chin adalah pembangunan Tembok Besar Cina yang dimulai pada tahun 220 SM. Pekerjaan ini merupakan penyelesaian dan penyempurnaan dari tembok yang sudah ada sejak tahun 500 SM. Tembok yang sudah ada dijadikan satu, tembok ini memanjang dari Sanhaikuan (pantai pulau Liaotum) sampai ke daerah Ordos, kemudian diperpanjang sampai ke Tunghuang di Khansu.

4. Dinasti Han
Sistem ekonomi yang pernah diterapkan yaitu wu wei jing zi (sistem perekonomian bebas) dan selain itu ada istilah wu wei er zi (sistem perekonomian tidak mencampuri) yang di berlakukan pada awal dinasti Han setelah kejatuhan dinasti Qing akibat pemberontakan petani yang membawa kehancuran dibidang ekonomi.

5. Dinasti Sui dan Tang
Dinasti Sui (589-906M) mempersatukan kembali Cina mempelopori dinasti yang lebih besar, yaitu dinasti Tang (618-906M). Puncak kejayaan jaman Tang dicapai pada masa pemerintahan cucu Kao Tsung, yaitu Ming Huang (712-756M). Pada masa ini Cina mencapai wilayah yang luas, di Barat berbatasan dengan Kerajaan Abasiah, dialami masa keemasan kesenian Cina, terutama puisi.

6. Zaman Lima Dinasti dan Shung
Pada zaman Sung perdagangan melaui Asia Tengah makin mundur, karena Asia Tengah terjadi peperangan antar suku. Di masa ini Cina berorientasi pada perdagangan laut dan terjadi kemajuan dibidang pelayaran. Namun Di jaman Sung terjadi perkembangan pemilikan tanah besar-besaran oleh tuan tanah dari kaum gentry. Hal ini sangat merugikan petani kecil, karena dua hal, yaitu :
1. para pegawai diberikan penghasilan tambahan dari tanah, dan dibebaskan pajaknya dan mereka berusaha memiliki tanah sebanyak-banyaknya.

2. Sistem pajak disederhanakan dan hanya berdasarkan luas tanah, tetapi dalam prakteknya pajak itu dibebankan pada petani kecil. Keuangan negara makin buruk, penggelapan pajak oleh pemilik tanah makin merajalela. Selain itu Sung harus membayar upeti kepada bangsa-bangsa penguasa di perbatasan Utara dan Barat Laut. Jumlah yang harus dibayarkan makin besar. Pada abad ke-11 terjadi krisis ekonomi, untuk mengatasinya diangakat Wang An Shih (1021-1086) seabagai mentri keuangan tahun 1056M. Ia berasal dari keluarga gentry yang miskin di Kiang Shi, ia pembela petani kecil dan pedagang kecil. Ia membuat rencana pembahuaruan politik ekonomi yang terdiri dari 1) merubah ekonomi pengangkutan, 2) mengadakan monopoli perdagangan dan pengangkutan oleh negara, 3) mendirikan bank patani untuk memberi pinjaman kepada petani kecil, 4) mengganti sistem pajak dan menghapuskan pembebasan pajak tanah dan menaiukan gaji pegawai, 5) memperbaharui sisttem ujian dan 6) melakukan milisi rakyat.

7. Zaman Kekuasaan Mongolia
Kekaisaran Mongolia adalah kekaisaran kedua terbesar dalam sejarah dunia, sesudah Imperium Britania, menguasai sekitar 33 juta km² pada puncak kejayaannya, dengan perkiraan penduduk sebanyak di atas 100 juta orang dan menjadi yang paling kuat diantara semua kekaisaran abad pertengahan. Kekaisaran Mongolia didirikan oleh Jenghis Khan pada tahun 1206 M sesudah mempersatukan suku-suku Mongolia yang saat itu sering berselisih diantara sesama dan memulai banyak penaklukan di seluruh benua Eurasia yang dimulai dengan penaklukan dinasti Xia Barat di Republik Rakyat Cina Utara dan Kerajaan Khawarezmi di Persia. Pada puncaknya, Kekaisaran Mongolia menguasai sebagian besar wilayah Asia Tenggara ke Eropa tengah. Selama keberadaannya, Mongolia melakukan pertukaran budaya antara Timur, Barat dan Timur Tengah sekitar abad ke-13 dan 14. Kekaisaran Mongolia dipimpin oleh Khagan (Khan Agung keturunan Jenghis Khan) secara turun-temurun. Sesudah kematian Jenghis Khan, Kekaisaran Mongolia pada dasarnya terbagi menjadi empat bagian yaitu; Dinasti Yuan (Tiongkok), Ilkhanate (Persia), Chagatai Khanate (Asia Tengah), dan Golden Horde (Rusia). Semua wilayah pembagian itu dipimpin oleh keturunan Jenghis Khan. Dinastinya merupakan dinasti pertama yang memerintah seluruh Cina dari Beijing sebagai ibu kotanya.

Bangsa mongol menyadari pentingnya pendapatan lewat pajak dan perdagangan ketimbang kegiatan perampokan yang dilakukan oleh leluhur mereka. Mereka menerapkan sistem pajak yang telah diterapkan semasa dinasti tang,dimana rakyat harus membayar pajak dalam bentuk gandum, tekstil atau barang lainnya, serta kerja wajib bagi negara. Inilah sebabnya mengapa sistem ini disebut dengan zuyongdiao. Para petani diharuskan untuk membayar pajak dua kali dalam setahun yang disebut dengan sistem Liangs-huifa. Untuk memperlancar transportasi dan perdagangan, dibangunlah suatu terusan antara lembah sungai Yangzi dengan Khanbaligh. Hubungan perdagangan lewat laut juga masih memberikan kontribusi besar, dimana hal ini dimungkinkan oleh kemajuan teknologi pembuatan kapal semasa Dinasti Sang.